Berita

Funsantren Ramadan, a Journey to Win Ramadan


Euphoria Ramadan sangat terasa di SD Islam Pembangunan (SDIP) dengan adanya kegiatan Funsantren Ramadan. Pada 15/3, diawali dengan kegiatan pembukaan amaliyah Ramadan yang dibuka dengan sambutan oleh Kasubdit Pendidikan Dasar, Bapak Drs. H. Sugiono, dilanjutkan dengan penampilan shalawat dengan iringan indah angklung yang dimainkan bersama para peserta didik, lalu dongeng Ramadan oleh karakter Irsyad dan Jojo. Setelah itu, peserta didik dibekali buku amaliyah Ramadan untuk menemani perjalanan puasa diisi setiap hari. A Journey to Win Ramadan, sebuah tema yang diangkat untuk menggambarkan perjalanan peserta didik SDIP dalam memenangkan Ramadan dengan berlomba-lomba dalam kebaikan. Misalnya, menambah berbagai wawasan ilmu dan amaliyah ibadah di bulan Ramadan mulai dari puasa, sampai pada pelaksanaan shalat Idul Fitri.


Disamping itu pada 27/3, agenda Ramadan semakin berwarna dengan adanya artsantren yang meliputi mewarnai kaligrafi, doodle art, dan membuat kartu ucapan menggunakan Canva. Dilanjutkan dengan hybrid tour ke kota-kota peradaban Islam dan Battle of Brain (BoB). Kegiatan ini dilanjutkan dengan iftar yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, dibagi untuk kelas 1 pada hari pertama dan dilanjutkan dengan kelas 2, 3, dan 4 pada hari kedua. Kegiatan iftar dibuka dengan pembacaan ayat suci al-qur’an dan saritilawah, penampilan shalawat dan da’i cilik dari peserta didik. Untuk memeriahkan acara, perwakilan peserta didik dari setiap kelas mengikuti lomba fashion show dan fun games. Agenda ini ditutup dengan salat tarawih berjamaah dan mabit untuk kelas 4.


Prof. Dr. H. Fauzan, MA sebagai Direktur Pendidikan Yayasan Syarif Hidayatullah mengapresiasi kegiatan Funsantren Ramadan ini dan berharap kegiatan-kegiatan baik seperti ini dapat diadaptasi di bulan lainnya agar menjadi kebiasaan baik sebagai pembentukan karakter peserta didik khususnya di SDIP sesuai dengan profil lulusan sekolah. “Alhamdulillah kegiatan funsantren diberikan kelancaran. Kegiatannya menyenangkan dan tidak membosankan untuk anak. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan, semoga kita semua bisa bertemu Ramadan tahun depan”, tutur salah satu orang tua peserta didik kelas 1. [RNF]