Berita

Membangun Daya Pikir Peserta Didik SDIP melalui Sustained Silent Reading (SSR)


Tangerang Selatan 10 Februari 2021: “Mrs. Raisa, hari ini kita membaca lagi?” Begitulah salah satu komentar yang terlontar dari beberapa peserta didik SDIP pada pekan kedua, ketiga, dan keempat sejak program SSR (Sustained Silent Reading) dimasukkan sebagai salah satu kegiatan mingguan peserta didik SDIP. Banyak juga yang telah siap dengan buku bacaannya masing-masing. Ada pula yang masih bertanya-tanya untuk apa kita bertatap muka setiap hari Jumat?


Membiasakan anak membaca buku bukanlah perkara mudah, namun bukan juga perkara yang sangat sulit. Kebiasaan yang dimulai sejak dini dan dirutinkan sedemikian rupa dapat bertahan hingga dewasa kelak. Kurang lebih begitu juga yang berlaku dengan kebiasaan membaca buku.


Pekan pertama peserta didik berkenalan dengan SSR tentu saja sangat menarik. Setelah sebelumnya diperkenalkan di kelas, anak-anak sudah mengetahui garis besar kegiatan yang akan diikuti setiap hari Jumat itu. Riuh rendah celotehan anak-anak di kelas, ada yang membaca dengan suara nyaring, sampai hanya duduk memperhatikan teman-temannya yang sedang membaca. Itulah gambaran kegiatan SSR di pekan pertama. Alhamdulillah, 5 menit dilalui dengan kegiatan membaca di dalam hati. Hanya segelintir anak yang membaca dengan tekun hingga menyentuh angka 15 menit.


Bukan anak-anak namanya kalau tidak membuat kita tercengang dan terkagum-kagum. Pekan kedua dan ketiga anak-anak mulai terbiasa dengan kegiatan membaca di dalam hati tersebut. Ditemani dengan buku-buku kesukaannya, anak-anak yang di awal hanya bertahan 5 menit, pekan ini mayoritas dari mereka bertahan sampai 10 menit. Walaupun ada yang kehabisan buku bacaan, anak-anak menyiasati waktu membaca mereka untuk menggambar, mewarnai, atau kegiatan lain dengan tetap berada di depan layar zoom mereka.


Pekan berikutnya tidak kalah seru, ada peserta didik yang membaca di mobil. Tidak masalah, di mobil atau di rumah semuanya memungkinkan. Intinya adalah anak-anak rutin membaca. Ada yang menyiapkan dua sampai tiga buku sehingga bisa melanjutkan membaca jika buku yang pertama sudah diselesaikan. “Mrs. Raisa, pekan depan kita membaca lagi?”. Iya Nak, pekan depan dan pekan-pekan selanjutnya kita akan terus membaca, bukan hanya di kelas, bukan hanya diperintahkan, tapi membaca karena kalian menyukainya, membaca karena kalian memang harus membaca, demi masa depan kalian sebagai pemimpin kelak dan demi masa depan bangsa kita." 



Kegiatan Sustained Silent Reading ini  merupakan sebuah program dalam rangka menguatakan fondasi peserta didik yaitu fundamental skill; membaca, dan innovation skill; berfikir kritis. Fundamental Skill dan Innovation Skill merupakan dua dari tiga fokus yang dihadirkan di SDIP dalam rangka mengahantarkan para peserta didik untuk bisa beradaptasi di era industri 4.0 dan 5.0. Disamping itu, program ini juga sekaligus didesain untuk menarik dan menemukan interest para peserta didik SDIP dalam bidang tertentu sesuai dengan kecerdasan dominannya.


Wallaau A’lam bi-sh-showaab.



“Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.”