Berita

Diorama Bhineka Tunggal Ika: Hasil Kreatifitas dan Olah Pikir Peserta Didik SDIP


Tangsel 10 Juni 2021: Setelah berhasil menampilkan karya di semester pertama, kini para peserta didik kelas satu SDIP kembali berhasil menampilkan karya di semester dua. Adapun karya tersebut adalah berupa diorama Bhineka Tunggal Ika. Karya ini dibuat pada model pembelajaran terintegrasi berbasis proyek atau Integrated Project Based Learning (I-PjBL). Tujuan dilaksanakannya I-PjBL ini adalah untuk memberikan ruang kepada para peserta didik dalam menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang sudah dipelajari ke dalam satu karya kreatif. Disamping itu, model pembelajaran ini juga bertujuan untuk mengasah pertumbuhan proses olah pikir para peserta didik yang diperlukan di abad 21 yaitu; Critical Thinking, Problem Solving, Communication, Collaboration, Creativity, dan Computational Thinking. Lebih khusus lagi I-PjBL kali ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai yang terkandung pada tiga butir Pancasila yaitu; (1). Ketuhanan yang Maha Esa, (2). Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dan (3). Persatuan Indonesia. 


Proses I-PjBL

Pada proses pelaksanaan I-PjBL, peserta didik diajak berdiskusi secara virtual oleh para guru SDIP. Untuk menghidupkan diskusi, para guru mengawalinya dengan mengajukan berbagai pertanyaan essensial yang berkaitan dengan Bhineka Tunggal Ika. Tujuan dihadirkannya diskusi adalah untuk memberikan ruang kepada peserta didik dalam mencari dan mengutarakan ide serta gagasan mengenai tema yang diangkat yaitu Bhineka Tunggal Ika. Selanjutnya semua peserta didik berperan aktif dalam mengikuti tahapan-tahapan lain I-PjBL seperti mendesain produk dan menentukan jadwal yang berkaitan dengan proses penyelesaian produk. Adapun akhir dari proses I-PjBL ini adalah evaluasi dan refleksi. Pada tahap evaluasi, peserta didik menampilkan dan mempresentasikan karyanya di depan dua penguji per harinya di dua hari yang berbeda.


Aspek yang Dinilai

Terdapat dua aspek yang dinilai pada saat presentasi yaitu; Pertama, penguasaan konsep-konsep yang sudah diterima yaitu; (a). Konsep Bangun Datar dan Bangun Ruang pada Mata Pelajaran Matematika, (b). Konsep Benda-benda langit pada mata pelajaran Sains Dasar, (c) Sikap Terpuji pada mata pelajaran PAI, (d) Keistimewaan Diri dan Budi Pekerti pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sementara konsep-konsep lain pada mata pelajaran PKn, Seni Budaya dan Prakarya melekat baik itu pada mapel inti maupun pada tampilan visual produk yang sudah dibuat. Aspek yang kedua adalah 21st Century Skills.  Pada aspek ini kemampuan olah pikir peserta didik SDIP dalam membuat produk dilihat dan dinilai oleh para penguji.   


Mudah-mudahan melalui model pembeIajaran dan produk yang dihasilkan pada I-PjBL ini, peserta didik mendapatkan pengalaman yang bermakna dan berkesan (meaningful and crystallized) dalam menghasilkan karya dan inovasi yang mampu memberikan manfaat dan cahaya di fase usia produktif para peserta didik dalam meniti karir. (red: ama) 


 Berita Terkait

I-PjBL: MenjodohkanRumah Fisik dengan Rumah Spirit