Berita

Integrated Project Based Learning (I-PjBL) : Menjodohkan Rumah Fisik dengan Rumah Spirit


SDIP News, 02 Desember 2020: Sampai detik ini, wabah Covid-19 masih terus tampil menyasar berbagai cluster mulai dari cluster yang datang dari lingkungan terbesar sampai pada lingkungan terkecil. Berbagai upaya yang dilakukan untuk menurunkan curva pandemi terus diupayakan. Namun nyatanya sudah hampir menyentuh satu tahun Covid-19 masih tampil perkasa menjelajah republik ini. Tentunya harapan untuk kembali menjalani aktivitas normal banyak sekali diutarakan oleh setiap warga terkhusus bagi para orang tua yang masih memiliki anak usia sekolah.


Integrated Project Based Learning (I-PjBL): Coupling a House with a Home

"Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan.'' 

Ungkapan ini tentunya sangat tepat sekali dialamatkan kepada seluruh orang tua di republik ini yang sampai saat ini terus berusaha menjaga dan menyelamatkan pendidikan putra putrinya di tengah-tengah badai Covid-19 yang masih berkelanjutan. Tentunya ikhtiar para orang tua harus dibersamai oleh lembaga pendidikan  dalam rangka menguatkan harapan para orang tua sekaligus menuntaskan amanat undang-undang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka dari itu Sekolah Dasar Islam Pembangunan (SDIP) melakukan berbagai ikhtiar dalam menghadirkan program pelayanan pendidikan yang berkualitas dan bermakna. Selama satu semester ini beberapa program sudah digulirkan oleh SDIP dan salah satu program yang dilaksanakan di penghujung semester ganjil ini adalah Integrated Project Based Learning (I-PjBL).

Integrated Project Based Learning (I-PjBL) adalah sebuah project belajar yang mengintegrasikan semua mata pelajaran yang ada di SDIP. Dengan kata lain desain materi setiap mapel yang disampaikan kepada siswa diarahkan untuk mensukseskan satu Project akhir yang kemudian menjadi produk setiap peserta didik di semester ganjil. Adapun Project akhir yang dibuat oleh peserta didik adalah membuat maket rumah.

Maket Rumah yang dibuat merupakan gabungan konsep dasar pada mata pelajaran Matematika, Sains dan Teknologi, Bahasa Indonesia, dan PAI. Ke-empat mata pelajaran ini kemudian dibagi menjadi dua cluster yaitu cluster fisik dan cluster spirit.


Cluster Fisik (house)

Pada Mata Pelajaran Matematika, peserta didik ditantang untuk mengaplikasikan konsep dasar bangun datar seperti; segi empat, segi tiga, segi banyak, dan lingkaran dalam merancang-bangun maket rumah. Sementara pada mata pelajaran Sains dan Teknologi, siswa ditantang untuk mengaplikasikan konsep rumah/lingkungan sehat seperti; menghadirkan sirkulasi udara (ventilasi), jalan cahaya, area hijau, dan tempat sampah pada maket yang dibuat.  Konsep pada dua mata pelajaran ini yang kemudian ada pada bagian desain maket rumah secara fisik (house). 

Cluster Spirit (home)

Membangun rumah tidak akan lengkap  jika hanya mengandalkan struktur bangunan secara fisik. Maka dari itu konsep membangun rumah secara fisik harus beriringan dengan membangun rumah secara spirit. Mata pelajaran PAI dan Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran yang membekali para peserta didik mengenai konsep membangun rumah dari sisi spirit (home).

Menghangatkan rumah melalui proses interaksi sosial yang harmonis antar keluarga yang tercermin melalui kesantunan berbahasa dan saling menghargai satu sama lain menjadi domain dari mapel Bahasa Indonesia. Selanjutnya meramaikan rumah dengan ayat-ayat Allah yang tercermin melalui pembiasaan murojaah surat-surat pendek serta menjadikannya tempat ibadah menjadi bagian dari konsep membangun rumah pada mata pelajaran PAI. Kedua mapel ini menjadi semakin kuat dan bermakna karena diintegrasikannya dua nilai Pancasila yaitu sila ke satu, Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila ke tiga, Persatuan Indonesia. Dengan kata lain I-PjBL berusaha membumikan nilai-nilai Pancasila dari lingkungan terkecil yaitu rumah. Kedua Mapel ini yang kemudian berperan memberikan konsep dasar  membangun rumah dari sisi spirit (home). Maka dari itu tema yang diangkat pada I-PjBL kali ini adalah "Coupling a House with a Home" Menjodohkan Rumah (Fisik) dengan Rumah (Spirit).


Proses I-PjBL

Project ini dilaksanakan dalam waktu kurang lebih satu bulan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan Project-Based Learning  ini dilaksanakan secara virtual dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip langkah melaksanakan project-based learning. 


  1. Fundamental Thought-Provoking Question and Visible Learning

Pada bagian ini melalui mata pelajaran, para peserta didik  dipancing berimajinasi mengenai sebuah rumah impian melalui berbagai pertanyaan yang sangat mendasar yang disesuaikan dengan mata pelajaran.

Pada bagian ini pula tehnik Visible Learning diterapkan. Pada sesi ini siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan target dan ekspektasi desain maket rumah yang dibuat. Adapun target ini kemudian akan dimonitor pada sesi monitoring.


  1. Mendesain Perencanaan Project (Workshop dan Mentoring)

Selanjutnya guru Mapel Matematika dan Sains dan Teknologi membekali para peserta didik melalui virtual mini workshop mengenai cara mengaplikasikan konsep bangun datar dan rumah sehat. Sementara Mapel Bahasa Indonesia dan PAI secara reguler sesuai jadwal menyampaikan konsep materi yang sudah disesuaikan dengan tema rumah/lingkungan  sehat.


  1. Menyusun Jadwal dan Memonitor Kemajuan Project

Progress Project maket rumah dimonitor setiap tahapannya melalui video atau foto yang diambil oleh orang tua. Foto dan video kemudian dikirim oleh orang tua kepada guru mapel matematika.


  1. Menguji Proses dan Hasil Belajar serta Refleksi Pengalaman

Project Maket Rumah ini kemudian menjadi tugas akhir para peserta didik yang kemudian dipresentasikan pada pekan PAS (Penilaian Akhir Semester). Pada pekan ini, setiap peserta didik secara satu persatu mempresentasikan maket rumah yang dibuatnya. Presentasi ini bertujuan untuk melihat dan menguji pemahaman konsep-konsep dasar pada materi Matematika, Sains dan Teknologi, Bahasa Indonesia serta PAI yang meliputi unsur PKn, Ilmu Alqur'an, Tahsin dan Tahfiz.


Pada pelaksanaan Menguji Proses Hasil Belajar, tim guru menggunakan tehnik Bridging yaitu menghubungkan semua konsep yang dipelajari selama ini dengan desain maket rumah yang sudah dibuat.


Output I-PjBL

Melalui program I-PjBL, peserta didik SDIP diharapkan mendapatkan pengalaman awal yang sangat berharga dan mendasar dalam menerapkan salah satu skill yang dibutuhkan pada abad 21 yaitu Learning and Innovation Skill yang digagas oleh Fadel (2009) yaitu; (1) Critical Thinking and Problem Solving, (2) Communication and Collaboration, (3) Creativity and Innovation.


Selanjutnya, melalui program I-PjBL ini diharapkan setiap peserta didik memiliki pemahaman mendasar, utuh, kuat, bermakna dan mendalam bahwa ilmu yang dipelajari memiliki keterkaitan satu sama lain dan saling mendukung serta menguatkan  jika diterapkan pada kehidupan nyata. Pembuatan Maket Rumah merupakan simulasi mini penerapan konsep pada kehidupan nyata. Lebih jauh lagi, melalui I-PjBLi ini diharapkan terciptanya ketahanan rumah dengan kategori Rumah Sehat baik itu sehat secara fisik maupun spirit di masa pandemi ini. Semoga I-PjBL ini menjadi penyumbang positif dalam membangun generasi yang sehat dan kuat yang dimulai dari rumah. (ama)

Wallahu A'lam